عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: " أَوَّلُ زُمْرَةٍ تَدْخُلُ الجَنَّةَ عَلَى صُورَةِ القَمَرِ لَيْلَةَ البَدْرِ، ... الى قوله ... وَوَقُودُ مَجَامِرِهِمْ الأَلُوَّةُ - قَالَ أَبُو اليَمَانِ: يَعْنِي العُودَ -، وَرَشْحُهُمُ المِسْكُ
> Dari Abi Hurairah radliyalahu 'anh, bahwa Rosulullah Shallallahu 'alayhi wa Sallam bersabda : "Golongan penghuni surga yang pertama kali masuk surga adalah berbentuk rupa bulan pada malam bulan purnama, … (sampai ucapan beliau) …, nyala perdupaan mereka adalah gaharu, Imam Abul Yaman berkata, maksudnya adalah kayu gaharu” (HR. Imam Bukhari)

Jumat, 04 Januari 2013

Siapakah Ahli Bid'ah Sesungguhnya....???

Seperti yang kita tahu bid'ah adalah perkara baru yang tidak pernah di contohkan oleh Rasulullah saw.
Nah.. di sini saya akan membahas tentang apa itu bid'ah dan siapakah pelaku bid'ah sesungguhnya......
.. Yuk kita mulai membahas hadits di bawah ini

مَنْ أَحْدَثَ فِيْ أَمْرِنَا هذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ


Benarkah hadits ini bermakna :

“ Barangsiapa yang berbuat hal baru yang tidak ada perintahnya, maka ia tertolak “

Simak pembahasannya di sini

Ditinjau dari sisi ilmu lughoh :

- I’rab nahwunya :


من : adalaha isim syart wa jazm mabniyyun ‘alas sukun fi mahalli rof’in mubtada’ wa khobaruhu aljumlatus syartiyyah ba’dahu.

احدث : Fi’il madhi mabniyyun ‘alal fathah fii mahalli jazmin fi’lu syarth wal fa’il mustatir jawazan taqdiruhu huwa.

في : Harfu jar

امرنا : majrurun bi fii wa lamatu jarrihi alkasrah, wa naa dhomirun muttashil mabnyyyun ‘alas sukun fii mahlli jarring mudhoofun ilaihi

هذا : isim isyarah mabniyyun alas sukun fi mahalli jarrin sifatun liamrin

ما : isim mabniy fii mahhli nashbin maf’ul bih

ليس : Fi’il madhi naqish yarfa’ul isma wa yanshbul khobar, wa ismuha dhomir mustatir jawazan taqdiruhu huwa

منه : min harfu jarrin wa hu dhomir muttashil mabniyyun alad dhommi wahuwa littab’iidh

فهو : al-faa jawab syart. Huwa dhomir muttashil mabniyyun alal fathah fi mahalli rof’in mubtada

رد : khobar mubtada marfuu’un wa alamatu rof’ihi dhommatun dzhoohirotun fi aakhirihi. Wa umlatul mubtada wa khobaruhu fi mahalli jazmin jawabus syarth.


Dari uraian sisi nahwunya maka bermakna :

” Barangsiapa yang melakukan perkara baru dalam urusan kami yaitu urusan syare’at kami yang bukan termasuk darinya, tidak sesuai dengan al-Quran dan hadits, maka perkara baru itu ditolak “


Makna tsb sesuai dengan statement imam Syafi’i yang sudah masyhur :

ما أُحدِثَ وخالف كتاباً أو سنة أو إجماعاً أو أثراً فهو البدعة الضالة، وما أُحْدِثَ من الخير ولم يخالف شيئاَ من ذلك فهو البدعة المحمودة


“ Perkara baru yang menyalahi al-Quran, sunnah, ijma’ atau atsan maka itu adalah bid’ah dholalah / sesat. Dan perkara baru yang baik yang tidak menyalahi dari itu semua adalah bid’ah mahmudah / baik “


- Istidlal ayatnya (Pengambilan dalil dari Qurannya) :

وَجَعَلْنَا فِي قُلُوبِ الَّذِينَ اتَّبَعُوهُ رَأْفَةً وَرَحْمَةً وَرَهْبَانِيَّةً ابْتَدَعُوهَا مَا كَتَبْنَاهَا عَلَيْهِمْ إِلَّا ابْتِغَاءَ رِضْوَانِ اللَّهِ


“Dan Kami (Allah) jadikan dalam hati orang-orang yang mengikutinya (Nabi ‘Isa) rasa santun dan kasih sayang, dan mereka mengada-adakan rahbaniyyah, padahal Kami tidak mewajibkannya kepada mereka, tetapi (mereka sendirilah yang mengada-adakannya) untuk mencari keridhaan Allah” (Q.S. al-Hadid: 27)


- Istidlal haditsnya (pengambilan dalil dari haditsnya) :

مَنْ سَنَّ فِيْ الإِسْلاَمِ سُنَّةً حَسَنَةً فَلَهُ أَجْرُهَا وَأَجْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا بَعْدَهُ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أُجُوْرِهِمْ شَىْءٌ، وَمَنْ سَنَّ فِيْ الإِسْلاَمِ سُنَّةً سَيِّئَةً كَانَ عَلَيْهِ وِزْرُهَا وَوِزْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ بَعْدِهِ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَىْءٌ


“Barang siapa merintis (memulai) dalam agama Islam sunnah (perbuatan) yang baik maka baginya pahala dari perbuatannya tersebut, dan pahala dari orang yang melakukannya (mengikutinya) setelahnya, tanpa berkurang sedikitpun dari pahala mereka. Dan barang siapa merintis dalam Islam sunnah yang buruk maka baginya dosa dari perbuatannya tersebut, dan dosa dari orang yang melakukannya (mengikutinya) setelahnya tanpa berkurang dari dosa-dosa mereka sedikitpun”. (HR. Muslim)


- Balaghoh :


Dalam hadits tsb memiliki manthuq dan mafhumnya :

Manthuqnya “ Siapa saja yang melakukan hal baru yang tidak bersumber dari syareat, maka dia tertolak “, misalnya sholat dengan bhsa Indonesia, mengingkari taqdir, mengakfir-kafirkan orang, bertafakkur dengan memandang wajah wanita cantik dll.

Mafhumnya :

“ Siapa saja yang melakukan hal baru yang bersumber dari syareat, maka itu diterima “ Contohnya sangat banyak skali sprti pembukuan Al-Quran, pemberian titik al-Quran, mauled, tahlilan, khol, sholat trawikh berjama’ah dll.

Berangkat dari pemahaman ini, sahabt Umar berkata saat mengkumpulkan orang-orang ungtuk melakukan sholat terawikh berjama’ah :

نعمت البدعة هذه “ Inilah sebaik-baik bid’ah “

Dan juga berkata sahabat Abu Hurairah Ra :

فَكَانَ خُبَيْبٌ أَوَّلَ مَنْ سَنَّ الصَّلاَةَ عِنْدَ الْقَتْلِ (رواه البخاريّ)


“Khubaib adalah orang yang pertama kali merintis shalat ketika akan dibunuh”.
(HR. al-Bukhari dalam kitab al-Maghazi, Ibn Abi Syaibah dalam kitab al-Mushannaf)ز


Jika semua perkara baru itu buruk, maka sahabat2 tsb tidak akan berkata demikian.
Nah sekarang kita cermati makna hadits di atas dari wahhabi salafi :

مَنْ أَحْدَثَ فِيْ أَمْرِنَا هذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ


Hadits ini mereka artikan :

Pertama :

 “ Barangsiapa yang berbuat hal baru dalam agama, maka ia tertolak “


Jika mreka mngartikan demikian, maka mereka sengaja membuang kalimat MAA LAITSA MINHU-nya (Yang bersumber darinya). Maka haditsnya menjadi :

 مَنْ أَحْدَثَ فِيْ أَمْرِنَا هذَا ُ فَهُوَ رَدٌّ


Kedua : 

“ Barangsiapa yang berbuat hal baru yang tidak ada perintahnya, maka ia tertolak “


Jika merka mngartikan seperti itu, berarti merka dengan sengaja telah merubah makna hadits MAA LAITSA MINHU-nya MENJADI MAA LAITSA MA-MUURAN BIHI (Yang tidak ada perintahnya). Maka haditsnya menjadi :

مَنْ أَحْدَثَ فِيْ أَمْرِنَا هذَا مَا ليَْسَ مَأمُوْراً بهِ فَهُوَ رَدٌّ


Sungguh ini sebuah distorsi dalam makna hadits dan sebuah pengelabuan pada umat muslim.
Jika mereka menentang dan berdalih : “ Bukankah Rasul Saw telah memuthlakkan bahwa semua bid’ah adalah sesat, ini dalilnya :

وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الأُمُوْرِ فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ (رواه أبو داود


Maka kita jawab : Hadits tsb adalah ‘Aam Makhsus (lafadznya umum namun dibatasi) dgn bukti banyak dalil yang menjelaskannya sprti hadits 2 sahabat di atas. Maksud hadits tsb adalah setiap perkara baru yang brtentangan dgn al-quran dan hadits.

Perhatikan hadits riwayat imam Bukhori berikut :

أشار سيدنا عمر ابن الخطاب رضي الله عنه على سيدنا أبو بكر الصديق رضي الله عنه بجمع القرآن في صحف حين كثر القتل بين الصحابة في وقعة اليمامة فتوقف أبو بكر وقال:" كيف نفعل شيئا لم يفعله رسول الله صلى الله عليه وسلم؟"
فقال له عمر:" هو والله خير." فلم يزل عمر يراجعه حتى شرح الله صدره له وبعث إلى زيد ابن ثابت رضي الله عنه فكلفه بتتبع القرآن وجمعه قال زيد:" فوالله لو كلفوني نقل جبل من الجبال ما كان أثقل علي مما كلفني به من جمع القرآن." قال زيد:" كيف تفعلون شيئا لم يفعله رسول الله صلى الله عليه وسلم." قال:" هو والله خير" فلم يزل أبو بكر يراجعني حتى شرح الله صدري للذي شرح له صدر أبي بكر وعمر رضي الله عنهما .


“ Umar bin Khothtob member isayarat kpd Abu Bakar Ash-Shiddiq untuk mengumpulkan Al-Quran dalam satu mushaf ktika melihat banyak sahabat penghafal quran telah gugur dalam perang yamamah. Tapi Abu Bakar diam dan berkata “ Bagaimana aku melakukan sesuatu yang tidak dilakukan oleh Rasul Saw ?” MaKA Umar menjawab “ Demi Allah itu suatu hal yang baik “. Beliau selalu mengulangi hal itu hingga Allah melapangkan dadanya. Kmudian Abu bakar memrintahkan Zaid bin Tsabit untuk mengumpulkan Al-Quran, maka Zaid berkata “ Demi Allah aku telah terbebani untuk memindah gunjung ke satu gunung lainnya, bagaimana aku melakukan suatu hal yang Rasul Saw tdiak melakukannya ?” maka Abu bakar mnjawab “ Demi Allah itu suatu hal yang baik “. Abu bakar trus mngulangi hal itu hingga Allah melapangkan dadaku sbgaimana Allah telah melapangkan dada Umar dan Abu Bakar “.


Coba perhatikan ucapan Umar dan Abu Bakar “ Demi Allah ini suatu hal yang baik “, ini menunjukkan bahwasanya Nabi Saw tidak melakukan semua hal yang baik, sehingga merka mngatakan Rasul Saw tidak pernah melakukannya, namun bukan berarti itu buruk.
Jika merka mengatakan sahabat Abdullah bin Umar telah berkata :

كل بدعة ضلالة وإن رآها الناس حسنة

“ Setiap bid’ah itu sesat walaupun orang-orang menganggapnya baik “.


Maka kita jawab :

Itu memang benar, maksudnya adalah segala bid’ah tercela itu sesat walaupun orang-orang menganggapnya baik. Contohnhya bertaqarrub pd Allah dengan mndengarkan lagu dangdutan..

Jika sahabat Abdullah bin Umar memuthlakkan bahwa semua bid’ah itu sesat tanpa trkecuali walaupun orang2 mengangaapnya baik, lalu kenapa juga beliau pernah berkata :

بدعة ونعمت البدعة

“ Itu bid’ah dan sebaik-baik bid’ah “

Saat beliau ditanya tentang sholat dhuha. Lebih lengkapnya :

عن الأعرج قال : سألت ابن عمر عن صلاة الضحى فقال:" بدعة ونعمت البدعة

“ Dari A’raj berkata “ Aku bertanya kepada Ibnu Umar tentang sholat dhuha, maka beliau menjawab “ Itu bid’ah dan sebaik-baik bid’ah “.

Apakah pantas seorang sahabat sprti Abdullah bin Umar tidak konsisten dalam ucapannya alias pllin-plan ?? sungguh sangat jauh dr hal itu.

KESIMPULAN :

- Cara membedakan bid’ah dholalah dan bid’ah hasanah adalah :

والتمييز بين الحسنة والسيئة بموافقة أصول الشرع وعدمها

“ Dengan sesuai atau tidaknya dengan pokok-pokok syare’at “.


- Orang yang mengartikan hadits :

مَنْ أَحْدَثَ فِيْ أَمْرِنَا هذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ


Dengan :

“ Barang siapa yang melakuakn hal baru maka itu tertolak “ atau “ Brangsiapa yang melakukan hal baru tanpa ada perintahnya maka ia tertolak “.


Orang yang mengartikan seperti itu, berarti ia telah berbuat bid’ah dholalah / sesat, akrena tidak ada dasarnya sama sekali baik dari Al-Quran, hadits maupun atsarnya..Dan telah sengaja merubah makna hadits Nabi Saw tersebut..dan kita tahu apa sangksi bagi orang yang telah berdusta atas nama Nabi Saw..Naudzu billahi min dzaalik..

Semoga bermanfaat !
.. Nah sekarang udah tau kan siapa pelaku bid'ah sesunnguhya.....????

Rabu, 02 Januari 2013

Dusta Wahabi Atas Nama Imam Syafi'i Untuk Mencela Ajaran Tassawuf

Dusta Wahabi Atas Nama Imam Syafi'i Untuk Mencela Ajaran Tassawuf


Beraninya mereka berdusta atas nama imam Syafi’i untuk mencela ajaran tasawwuf yang mereka anggap sesat. Hanya bermodalkan taqlid buta pada orang-orang yang mereka anggap paling benar dan bermodalkan ilmu yang pas-pasan dan tanpa ilmu.
Mereka mencela ajaran tasawwuf dengan mencomot kalam imam Syafi’I yang me...reka anggap bahwa imam Syafi’I juga mencela ajaran tasawwuf dan para penganutnya, tanpa mau mempelajari makna yang sebenarnya.

Mereka membawakan kalam imam Syafi’I sebagai berikut :

Pertama :

روى البيهقي في "مناقب الشافعي" عن يونس بن عبد الأعلى يقول: سمعت الشافعي يقول: لو أن رجلاً تصوَّف من أول النهار لم يأت عليه الظهر إلا وجدته أحمق.


Al-Imam Al-Baihaqi rahimahullahu meriwayatkan di dalam kitabnya Manaqib asy-Syafi’I dari Yunus bin Abdul A’la, aku mendengar imam Syafi’I berkata:
Jika seorang belajar tasawuf di pagi hari, sebelum datang waktu dhuhur engkau akan dapati dia menjadi orang dungu.”

Kedua :

وعنه أيضا أنه قال ما لزم أحد الصوفية أربعين يوما فعاد عقله إليه أبدا


Dari imam Syafi’I juga, bahwasanya beliau berkata Seorang yang telah bersama kaum shufiyah selama 40 hari, tidak mungkin kembali akalnya selama-lamanya.­”

Benarkah imam Syafi’i seperti apa yang mereka katakan ??

Jawaban :
Pertama : Khobar pertama di dalam sanadnya oleh para ulama masih diperselisihkan­ artinya tidak tsiqah. Dalam periwayatan lainnya menggunakan kalimat “Lau laa” (seandainya tidak).

Dalam kitab Hilyatul Aulia disebutkan sbgai berikut :

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ ، حدَّثَنِي أَبُو الْحَسَنِ بْنُ الْقَتَّاتِ ، ثنا مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي يَحْيَى ، ثنا يُونُسُ بْنُ عَبْدِ الأَعْلَى ، قَالَ : سَمِعْتُ الشَّافِعِيَّ ، يَقُولُ : " لَوْلا أَنَّ رَجُلا عَاقِلا تَصَوَّفَ ، لَمْ يَأْتِ الظُّهْرَ حَتَّى يَصِيرَ أَحْمَقَ "


Seandainya orang yang berakal tidak bertasawwuf, maka belum sampai dhuhur, ia akan menjadi dungu “

Sanadz periwayatan ini muttasil dari pengarang kitab Hiltyatul Aulia hingga sampai pada imam Syafi'i dan lebih kuat karena menggunakan shighah tahdits / sama’ (lambing periwayatan yang didengarkan secara langsung secara estafet).

Kedua ; Mereka menukil ucapan imam Syafi’I tersebut dengan bodoh terhadap makna yang sebenarnya.Bena­rkah itu sebuah celaan terhadap ajaran tasawwuf ??
Makna yang sesungguhnya adalah :

Tidaklah seseorang belajar tasawwuf tanpa didahului ilmu fiqih, maka tidaklah datang waktu dhuhur maksudnya waktu sholat, kecuali dia dalam keadaan dungu yakni dalam keadaan bodoh, dia tidak mengerti bagaimana beribadah dengan Tuhannya “.
Makna seperti ini sesuai dengan kalam para ulama lainnya seperti imam Sirri As-Saqothi yang berkata kepada imam Junaid dan disebutkan oleh al-Hafidz Abu Thalib Al-Makki dalam kitabnya Qutul Qulub sebagai berikut :

Imam Sirri as-Saqothi berkata pada imam Junaid “ Jika kau berpisah dariku, siapakah yang kau duduk bersamanya ?
Imam Junaid menjawab “ Al-Harist al-Muhasibi “. Imam Sirri berkata “ Benar, ambillah ilmu dan adabnya, dan tinggalkan kalam lembutnya “. Imam Junaid berkata “ Ketika aku hendak pergi aku mendengar beliau berkata :

جعلك اللّه صاحب حديث صوفياً ولا جعلك صوفياً صاحب حديث


Semoga Allah menjadikanmu ahli hadits yang bertasawwuf dan tidak menjadikanmu ahli tasawwuf yang pandai hadits “.

Ketiga ; Mereka menukil ucapan imam Syafi’I tersebut dari imam Baihaqi dalam kitabnya Manaqib Asy-Syafi’i. Seandainya mereka mau jujur, maka mereka seharusnya juga menampilkan kalam imam Baihaqi terhadap kalam imam Syafi’I tersebut dan tidak membuangnya. Namun karena tujuan mereka untuk mengelabui umat dari makna yang sebenarnya, mereka tak lagi peduli pada kejujuran dan amanat. Fa laa haula wa laa quwwata illa billahi..

Berikut komentar beliau stelah menampilkan kalam imam Syafi'i tsb dalam kitab beliau Manaqib Asy-Syafi'i juz 2 halaman 207 :

قلت : وإنما أراد به من دخل في الصوفية واكتفى بالاسم عن المعنى، وبالرسم عن الحقيقة، وقعد عن الكسب، وألقى مؤنته على المسلمين، ولم يبال بهم، ولم يرع حقوقهم ولم يشتغل بعلم ولا عبادة، كما وصفهم في موضع آخر


Aku katakan (Imam Al Baihaqi menjelaskan maksud perkataan Imam As Syafi’i tersebut): ” Sesungguhnya yang imam Syafi'i maksud adalah orang yang masuk dalam shufi namun hanya cukup dengan nama bukan dengan makna (pengamalan), merasa cukup dengan simbol dan melupakan hakekat shufi, malas bekerja, membebankan nafkah pada kaum muslimin tapi tidak peduli dgn mereka, tidak menjaga haq-haq mereka, tidak menyibukkan diri dengan ilmu dan ibadah, sebagaimana beliau menyifai hal ini di tempat yang lainnya. "

(Al-Manaqib Al-Imam As Syafi’i li Al-Imam Al-Baihaqi, 2/207)

Inilah yang dimaksud oleh imam Syafi'i, maka jelas bahwa beliau tidak mencela ajaran tasawwuf dan penganutnya.

Dan cukup kalam imam Syafi’i berikut ini dalam bentuk bait syi’ir untuk membungkam hujjah mereka :

فقيهاً وصوفياً فكن ليس واحدا فإنــي وحـق الله إيـاك أنصح

فذلك قاس لم يذق قلبه تقــى وهذا جهول كيف ذو الجهل يصلح


Jadilah kamu seorang ahli fiqih yang bertasawwuf jangan jadi salah satunya, sungguh dengan haq Allah aku menasehatimu.
Jika kamu menjadi ahli fiqih saja, maka hatimu akan keras tak akan merasakan nikmatnya taqwa. Dan jka kamu menjadi yang kedua saja, maka sungguh dia orang teramat bodoh, maka orang bodoh tak akan menjadi baik “.
(Diwan imam Syafi’i halaman : 19)

Dua bait inilah yang dihilangkan dari kitab Diwan

Kalam Imam Syafi’i berikut ini dalam bentuk bait syi’ir untuk membungkam hujjah mereka :

فقيهاً وصوفياً فكن ليس واحدا فإنــي وحـق الله إيـاك أنصح, فذلك قاس لم يذق قلبه تقــى وهذا جهول كيف ذو الجهل يصلح


Jadilah kamu seorang ahli fiqih yang bertasawwuf jangan jadi salah satunya, sungguh dengan haq Allah aku menasehatimu.
Jika kamu menjadi ahli fiqih saja, maka hatimu akan keras tak akan merasakan nikmatnya taqwa. Dan jka kamu menjadi yang kedua saja, maka sungguh dia orang teramat bodoh, maka orang bodoh tak akan menjadi baik.
(Diwan Al-Imam Asy-Syafi’i halaman : 19)

Nasihat Imam Asy-Syafi'I Rohimalloh :

فقيها و صوفيا فكن ليس واحدا فإني و حـــق الله إيـــاك أنــــصح فذالك قاس لم يـــذق قـلــبه تقى وهذا جهول كيف ذوالجهل يصلح


Berusahalah engkau menjadi seorang yg mempelajari ilmu fiqih dan juga menjalani tasawwuf, dan janganlah kau hanya mengambil salah satunya.
Sesungguhnya demi Allah saya benar-benar ingin memberikan nasehat padamu.
Orang yag hanya mempelajari ilmu fiqih tapi tidak mau menjalani tasawwuf, maka hatinya tidak dapat merasakan kelazatan taqwa.
Sedangkan orang yg hanya menjalani tasawwuf tapi tidak mau mempelajari ilmu fiqih, maka bagaimana bisa dia menjadi baik.
[Diwan Al-Imam Asy-Syafi'i, halaman. 47]

sayang bait dari diwan ini telah dihilangkan oleh wahabi dalam kitab diwan syafi'i yg dicetak oleh percetakan wahabi, sungguh jahat para perampok aqidah. Na'udzu Billahi min dzalik.....

YG MENENTRAMKAN HATI !!!

...
YG MENENTRAMKAN HATI !!!
Kenapa hati kita ga tenang ga tentram ???
( Cuplikan WisataHati untuk Sobat Fanspage Indra Arya Purnama Yang saya cintai )

Siapa sieh yg ga mau tentram hatinya ???
Insya kita hari ini dikaruniai hati yg tenang, hati yg tentram,...
Mungkin ada sobat disini dibalik wajahnya yg barangkali ceria ternyata ia menyimpan kegelisahan,ketidak tenangan mungkin.

Kita tidak tenang barang kali, karena kita punya utang barangkali, atau rumahtangga ribut terus, bisa juga ketidaktenangan yg timbul karena lama ga ketemu jodoh, bisa jadi pas mau nikah gagaaal mulu, atau bisa jadi ada yang sudah berumah tangga lama ga dikaruniai keturunan.

Allah yg Maha menentramkan dan Allah yg Maha memberi solusi, bisa jadi kita ga tenang, kita ga tentram karena Allah Ga kasih ke kita.

Sebenarnya ketidak tenangan tersebut bukan karena masalah ini itu yg ga kelar2, tapi karena jauhnya kita dari Allah.

....ala bidzikrillah tatmainul qulub...
(hanya dengan mengingat Allah hati merasa tenang, tentram)

Ga apa kita punya masalah sob,... Ga apa yg penting ada Allah yg melindungi kita, yg menemani kita, yg membimbing kita insyaAllah kita bisa tenang,...

Tapi,.... ditengah harta kita yg bejibun, karier yg sedang cakep2nya, rumah tangga yg sedang cantik2nya, anak yg sedang mekar2nya tapi GA ADA ALLAH disana bisa jadi ketenangan Allah bisa jauhkan,....

Sungguh yg kita cari adalah Al Qur’an yg bisa nenangin kita, yg bisa nentremin hati kita. Saya cari ayat2, wahyu demi wahyu yg bisa membikin hati saya yg gundah gulana bisa menjadi tenang, yuk kita pelajari satu persatu dari sekian banyak ayat2 Al Qur’an yg memberikan solusi dr masalah2 kita.

Coba bagi sobat yg bawa Al Qur’an, yg dirumahnya ada Al Qur’an coba di buka surah AT THALAQ, ayat ini sudah sanggup membuat saya menjadi tenaaaaaaang bahwa ALLAH sudah memberikan janji, untuk saya jalan keluar, untuk saya memberikan rizki yg banyak, untuk bisa menyelesaikan masalah2 saya dan juga anda sob:

Wa mayyattaqillaha yaj’allahu makhrajaan
Wa yarzuqhu min hauthu la yahtasibu
wa mayyatawakkal ‘allahi fahuwa hasbuhu
‘innallaha balighu’amrihi qad ja’alallahu likulli shay’in qadraan
(QS-At Thalaq :2-3)

Wa mayyattaqillah yaj’allahu makhrajaan
Barang siapa yg bertaqwa kepada Allah, maka Allah akan jadikan buat dia jalan keluar

Jadi buat saya yg beberapa tahun lalu dikungkung masalah pidana, perdata, rumah kita disatroni debt collector,dan polisi2 tentara2 yg dibayar. Ketika yg saya fikirkan hanya masalah duit duit dan duit, MAKIN GA KETEMU. Begitu juga bagi sobat2 yang barangkali sekarang hatinya ga tentrem karena penyakit, kalo yg ada dibenak sobat sekalian adalah berobat berobat dan obat,....BUKAN KETAKWAAN, MAKIN GA KETEMU ITU JALAN KELUAR.

Percaya omongan saya, badan makin abis, kita obatin jantung kita, ginjal yg kena, kita obatin ginjal kita prostat yg kena, kita obati prostat kita liver yg kena. Teruss ga ada habis2 nya jika yg kita cari bukannya ALLAH. Tapi mana kala yg kita cari adalah yg ALLAH ajarkan,.....

Wa Mayyattaqillah - Siapa diantara kalian semua yg mau bertaqwa kepada Allah
Yaj’allahu makhrajaan – Allah akan jadikan buatnya jalan keluar

Demi Allah sob,.... ayat ini sudah sudah membuat hati saya menjadi adhem, saya bersujud pada Allah,....

“Kalo begitu Allah, ajarkan saya ketaqwaan. Ajarkan kepada saya itu ketaqwaan yg benar2 dapat menyelamatkan saya”

Ternyata saya menemukan memang, ternyata jarak saya dengan ALLAH JAUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUH, setiap shalat 1 jam telatnya, 2 jam telatnya, shalat shubuhnya kayak murtad, shalat shubuhnya murtad, kalo udah jam setengah 7 itu murtad. Bukannya disebut orang2 yg taat saat TUAN nya dilayani, dia tidak melayani. Lihat sob,... lihat nasib orang yg melayani, hamba2 sahaya yg melayani begitu nasibnya, ketika majikan belum bangun dia udah bangun, majikan mau mandi udah disiapin airnya . Betul nggak ??? Majikan mau makan udah terhidang makannya.

Ternyata saya bukan hamba Allah kecuali shalatnya malas, maka ketika saya ketemu ayat ini saya bilang ama ALLAH :
“Ya Rabb, kalo sayaa benahin hidup saya, benahin ibadah dan KAU golongkan aku kedalam golongan orang2 yg bertaqwa, apakah ENGKAU akan siapkan jalan keluar ???”

ALLAH jawab :
“iya....., .... Wa Mayyattaqillah yaj’allahu makhrajaan,...”
BENAHIN SHALATNYA !!! Mulailah perjuangan membayar hutang, bukan lagi perjuangan membayar hutang melainkan perjuanganngeberesin ibadah.



TANYA ANAK CUCU YG PADA BELUM BERUMAH TANGGA !!!
Kum !!! BANGUN !!!
Yg pengen punya Jodoh Bangun (tahajud),....temenin emak yuk,.. jangan kamu cari jodoh tapi kamu carilah Allah, nanti JODOH ALLAH yg urus,.....

Allahumma sholii ‘alla muhammad,...


TANYA KITA PADA KITA PUNYA MANTU YG USAHANYA SEDANG DOWN, HANCUR !!!
Tanya ama dia,....
++“Butuh modal lagi nggak Nak ??”

--“Alhamdulillah mak, butuuh bangeet,...buat bayar utang, bayar tagihan, bayar supplier, buat bayar karyawan, banyaaakkkk”

++“Kalo emang butuh buat bayar utang, emak mau tanya niech,....selama usaha lagi maju dulu, shalat dhuhanya ada enggak”

Trus mulai dach mantu kita mulai netes itu mata karena kita nanyanya pake hati,....
--“iya betul mak, boro2 dhuha mak, shalat azza kadang2 gampang dijamaknya, gampang diqoshornya”

++“Coba nak kamu mikir, apakah disebut orang bertaqwa, orang2 yg dapetin rizki kemudian dia tidak berbagi”

--“iya Mak, masyaAllah urusan zakat azza kita sampe itung2, kita ampe nanya ama kyai ustadz, kalo gaji karyawan termasuk zakat enggak, saking pelitnya, bener mak betul, mobil berani saya asuransiin, gedung yg saya sewa, anak juga berani saya ausransiin tapi asuransi ALLAH Berupa sedekah tidak mak”

Tanya lagi ama anak kita :
++“Nak apa termasuk orang2 ketika diberikan Al Qur’an lalu dia tidak membaca?”

--“Betul mak Allah kasih saya Al Qur’an tp saya ga baca, sebagai mana sobat muslim lainnya yg punya Al Qur’an ga pernah mbaca”

++“Ya sudah lah nak,... Allah punya janji, “Wa Mayyattaqillaha yaj’allahu makhrajaan“

Perjalanan melunansi hutang, perjalanan menyembuhkan penyakit, perjalanan ngebenerin suami/istri, perjalanan ngebenerin anak, perjalanan ngebenerin rumah tangga semua bukan perjalanan mencari solusi tapi perjalanan taqwa. Semakin kita taqwa, maka ALLAH akan betul2 ada dibelakang kita ngurusin kita.


Ada seorang hamba ALLAH dateng,... dia mengadu
--“Ustaaaadddzzzz,...kalo saya ga ketemu duit, besok saya diusir ustaddzzz”

++“Heeemmss,.... Apa iya jawaban kamu duit ??”

--“Iya ustadzz,.... kalo ada duit saya pasti bisa terus ngontrak,....”

++“Kata siapaaaa ??? KATA SIAPA ??? Bahkan banyak orang yg punya rumah mewah bukan kontrakan tapi ga boleh ama ALLAH tinggal dirumah dia, Allah usir.... pindah kerumah sakit ga lagi dirumah dia, bisa,..... !!! Bisa gara2 ribut ama istri ga ada ketenangan, ga ada kedamaian lalu tinggallah dia ama supirnya,.. bisa tuch,.. bisa,.......

Tengah malem dia dateng :
“Assalamu’alaikuum,... Mat,... bukain Maattt !!” (treaaak nichsi bos ama supirnya,....)
Si Mamat yg merindukan tinggal dan hidup dirumah kayak majikan, tiba2 dia dihadapkan dia punya pintu ada majikan
“Eh,.. bapak,... malem2 gini ada apa Paak ???”
“Mat aku lagi kesel ama bini gua mat, aku tinggal disini azza dech Mat....!!”
Bingung tuch si Mamat si supir. Ya Allah kita pengen tinggal kayak rumah punya dia, dia malah tinggal ama kita,.... Bisa kayak gitu !!! BISA !!!

Barangkali kita yg cukupan dan cakep2 niech, tp barangkali kita ga punya nafsu makan mungkin barangkali pikiran kita kaco (kacaauu), kita mikirin ini, mikirin itu ya Allah. Tapi sementara kita lihat orang2 dikolong jembatan makan dengan lahapnya, kaki diangkat dan makan dengan enaknya sampe kita rindu makan kayak dia. TELOR punya,... Tempel lansgur moLOR punya, lha kita udah baca segala macam ga tidur2, saking kita punya fikiran ga dikasih tenang ama ALLAH.
MAHAL,... MAHAL SEKALI,........ MAHAL SEKALI SEBUAT KETENANGAN,.............

Ketenangan itu mutlak bukan punya orang yg bermasalah, tapi punya orang yg DICABUT KETENANGAN itu dari HATInya. Dan bisa jadi ketika kita sedang ga bermasalah, lagi jago2nya karier, lagi banyak2nya duit bisa ALLAH cabut ketenangan itu.

Wa Mayyattaqillah yaj’allahu makhrajaan, apalagi yg saat itu seperti saya, memang hidup bermasalah, waaaaaahhhh,.... saya perlu nich ayat ini untuk menentramkan hati.

Saya bilang ama ALLAH :
“oooh,..... Baik,.. baik,.. kalo saya perbaiki diri saya, saya kembali beriman kepada ENGKAU, shalat shubuh tidak tertegak kecuali ada shalat sunah fajarnya (selalu shalat fajar dan shubuh), di masjid, jangan buru2 “Allahumma lantas jalan, tp ada wiridnya ada dzikirnya, apakah Engkau akan memasukkan aku kedalam orang2 yg bertaqwa ?? Dan menggolongkan aku kedalam orang2 yg beriman ???”

Allah menjawab :
“Iyaa,.... Wa Mayyattaqillah yaj’allahu makhrajaan”

Bahkan ada bonusnya, APA BONUSNYA ???
Wa yarzuqhu min hauthu la yahtasibu
Bahkan Allah akan memberikan Rizki dari jalan yg tidak terduga

wa mayyatawakkal ‘allahi fahuwa hasbuhu
Siapa yg memasrahkan dirinya kepada Allah, maka urusan dia adalah urusan Allah subhanahu wata’ala


SEKARANG !!!
Perjalanan mencari jodoh, perjalanan melunasi hutang, perjalanan menyembuhkan penyakit, perjalanan ngebenerin suami/istri, perjalanan ngebenerin anak, perjalanan ngebenrin rumah tangga, semua bukan perjalanan mencari solusi tapi perjalanan taqwa dan minta Ampunan Allah
Semakin kita taqwa, maka ALLAH akan betul2 ada dibelakang kita ngurusin kita !!!
BENERIN SHALAT KITA !!! BENERIN IBADAH KITA !!!
Kembali ke jalur KETAQWAAN,....

...
*Renungan untuk diri saya sendiri dan sobat BSMJC semua dari WisataHati tausyiah "YG Menentramkan Hati" YUsuf Mansyur



Jangan sibuk mencari solusi Sob,.... tapi awali dengan pertaubatan dan minta ampunan Allah dan benahin shalat dan ibadah kita,....InsyaAllah pasti ada jalan asalkan kita mau bertaqwa padaNYA

Barang Siapa MENUNJUKKAN pd KEBAIKAN, baginya PAHALA spti orang yg MELAKUKANnya
....
Semoga bermanfaat
.. Assalamu'alaikum